Faisal mengatakan, hasil pemantauan sebaran abu vulkanik menjadi acuan dalam penerbitan Significant Meteorological Information (SIGMET), yakni informasi peringatan meteorologi penting untuk keselamatan penerbangan yang diperbarui secara berkala.
“BMKG terus memperbarui informasi volcanic ash advisory dan SIGMET, sesuai perkembangan sebaran abu yang terus kita pantau secara bertahap,” tuturnya.
BMKG akan terus mengoptimalkan pemantauan multiinstrumen sekaligus memperkuat koordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perhubungan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperoleh data yang akurat mengenai perkembangan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Seluruh data dianalisis secara terpadu untuk mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan akurat,” ucapnya.