Sejarah Letusan Dahsyat Gunung Krakatau Tahun 1883, Dampaknya Sampai Eropa
JAKARTA, iNews.id - Jauh sebelum nama Gunung Anak Krakatau dikenal masyarakat, kawasan Selat Sunda pernah menjadi saksi salah satu bencana vulkanik paling dahsyat dalam sejarah modern. Pada Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus dengan kekuatan luar biasa.
Pulau tempat gunung api itu berdiri sebagian besar runtuh, tsunami menerjang pesisir Jawa dan Sumatra, dan lebih dari 36.000 orang meninggal dunia.
Lebih dari satu abad kemudian, jejak bencana tersebut masih dapat ditelusuri. Letusan Krakatau 1883 bahkan menjadi salah satu peristiwa vulkanik yang paling banyak dipelajari karena dampaknya tidak hanya terasa di sekitar Selat Sunda, tetapi juga terekam di berbagai belahan dunia, termasuk di Eropa.
Krakatau berada di Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra. Sebelum bencana 1883, kompleks gunung api tersebut terdiri atas beberapa bagian utama, termasuk Rakata, Danan dan Perbuwatan.
Aktivitas vulkanik mulai meningkat pada 20 Mei 1883. Dalam beberapa bulan berikutnya, Krakatau mengalami rangkaian letusan dengan intensitas yang terus berubah.