BMKG Pastikan Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Tak Berdampak Negatif bagi Masyarakat

Felldy Aslya Utama
BMKG menggunakan dry ice untuk modifikasi cuaca mengurai asap karhutla di Sumatera dan Kalimantan. (Foto: BMKG)

Handoko mengatakan, OMC dengan dry ice ditujukan untuk mengurangi kepekatan asap sehingga jarak pandang atau visibilitas dapat membaik. Kondisi tersebut dinilai penting untuk mendukung keselamatan transportasi, termasuk penerbangan dan pelayaran.

Selain mengurangi kepekatan asap, Handoko mengklaim operasi tersebut juga berdampak pada penurunan konsentrasi partikel halus PM2,5, salah satu polutan yang dapat mengganggu kesehatan.

"PM2,5 menurun sangat drastis, dengan adanya operasi ini maka udara menjadi lebih bersih, ya, kesehatan masyarakat juga menjadi lebih baik," tuturnya.

Terkait waktu yang dibutuhkan hingga dampak penyemaian mulai terlihat, Handoko mengatakan hasilnya bergantung pada tingkat kepekatan asap dan kondisi atmosfer di lokasi operasi.

"Biasanya dalam kurun waktu 1 jam sesudahnya atau kadang-kadang malah setengah jam sesudahnya, itu hasilnya mulai terasa, ya. Jadi setelah selesai penyemaian dengan dry ice, biasanya 30 menit kemudian, 1 jam kemudian, mulai terjadi proses pengangkatan asap, partikel-partikel asap," ujarnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

3,2 Ton Dry Ice Ditebar di Langit Palembang Atasi Kabut Asap Karhutla

3 hari lalu

BMKG Sebut Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice Bantu Urai Kabut Asap Karhutla, Jarak Pandang Membaik

3 hari lalu

TNI Kerahkan 3 Pesawat Cassa untuk Modifikasi Cuaca di Kalsel, Bawa 2,4 Ton Dry Ice

3 hari lalu

BMKG Mulai Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Pakai Dry Ice, Picu Hujan di Wilayah Karhutla

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal