BMKG Sebut Musim Hujan 2024-2025 di Indonesia akan Datang Lebih Awal

Binti Mufarida
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Foto: BMKG)

Dengan kondisi tersebut, maka potensi bencana hidrometeologi basah itu sangat perlu diwaspadai.

"Terutama untuk wilayah yang baru saja mengalami erupsi gunung merapi, di situ dikhawatirkan akan memicu terjadinya banjir lahar atau banjir bandang yang masif dan meluas, ini yang harus bener-bener dikendalikan," katanya.

Meskipun sebagaian besar potensi yang terjadi adalah bencana hidrometeologi basah, Dwikorita menyebut bahwa ada sebagian kecil wilayah yang berpotensi kering di awal musim hujan pada September dan Oktober.

"Seperti di Jawa Timur kemudian juga di Nusa Tenggara Barat maupun Timur, ini di bulan September-Oktober relatif masih curah hujannya rendah bahkan ada wilayah yang kering, kemudian nanti diharapkan November kekeringan di sana berakhir," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya pun mengimbau pemerintah daerah (Pemda) dan pemangku kepentingan lainnya untuk lebih siap dan antisipatif terhadap potensi terjadinya bencana hidrometeorologi selama periode musim hujan.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
8 jam lalu

Warga Jakarta Rasakan Getaran Gempa M4,3 Cianjur

9 jam lalu

Gempa Terkini M4,3 Guncang Cianjur Jabar, Kedalaman 5 Km

11 jam lalu

BMKG Lapor Kekurangan Anggaran Rp2,12 Triliun di 2027, Ungkap Rencana Bangun 4 Radar Baru

18 jam lalu

Waspada! Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan Selatan Jawa hingga Aceh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal