Sementara itu, platform BNIdirect mencatatkan nilai transaksi Rp9.324 triliun (naik 16 persen YoY) dari 293 ribu pengguna (tumbuh 19 persen YoY).
Direktur Finance dan Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena menjelaskan, perseroan terus mengoptimalkan struktur pendanaan untuk meredam tekanan margin industri.
Net interest margin (NIM) BNI berada di level 3,5 persen (turun 30 bps), yang dipengaruhi penyesuaian loan yield dari 7,3 persen menjadi 6,9 persen. Namun, biaya dana (cost of fund/CoF) berhasil ditekan dari 2,83 persen menjadi 2,77 persen.
"Pertumbuhan kredit yang selektif dan penguatan dana murah menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan profitabilitas. Kami terus mengoptimalkan struktur pendanaan agar pertumbuhan tetap sehat dan berkelanjutan," kata Paolo.
Kinerja keuangan BNI juga diimbangi dengan perbaikan kualitas aset.
Direktur Risk Management BNI, David Pirzada menguraikan bahwa rasio non-performing loan (NPL) gross membaik dari 2,0 persen menjadi 1,9 persen, sementara rasio loan at risk (LaR) melandai dari 10,4 persen menjadi 7,8 persen.