BNI Bukukan Laba Bersih Rp16,1 Triliun hingga Kuartal III 2026, Naik 6,6 Persen

Anggie Ariesta
BNI membukukan laba bersih sebesar Rp16,1 triliun hingga kuartal III 2026, tumbuh 6,6 persen secara tahunan. (Foto: Dok. BNI)

Sebagai bentuk antisipasi risiko, BNI menjaga NPL coverage ratio di level 193,3 persen dengan total rasio pencadangan terhadap kredit sebesar 3,8 persen, berada di atas rata-rata industri sebesar 3,5 persen. 

"Pengelolaan risiko dilakukan sejak penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pascapenyaluran kredit, didukung sistem peringatan dini yang terus diperkuat," ucap David. 

Dari sisi likuiditas dan permodalan, BNI mencatatkan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 87,9 persen, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 143,4 persen, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) 128,4 persen.

Adapun rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada pada level solid 19,2 persen untuk menopang agenda transformasi perusahaan di bawah koordinasi Danantara Indonesia. 

Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen serta rencana penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap mulai November 2026 juga diproyeksikan memberikan tambahan ruang likuiditas bagi BNI untuk melanjutkan ekspansi pembiayaan produktif pada kuartal IV 2026.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
22 jam lalu

Kinerja Positif, Pendapatan MSIN Tembus Rp2 Triliun di Semester I 2026

1 hari lalu

Rampingkan Ribuan Entitas BUMN, Danantara Bidik Laba Bersih Rp360 Triliun

2 hari lalu

Laba Bank Mandiri Tembus Rp45,5 Triliun, Naik 20,7% hingga Q3 2026

7 hari lalu

Kasus PT Dana Syariah Indonesia, Bareskrim Telusuri Aset Rp500 Miliar Lebih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal