Sebagai bentuk antisipasi risiko, BNI menjaga NPL coverage ratio di level 193,3 persen dengan total rasio pencadangan terhadap kredit sebesar 3,8 persen, berada di atas rata-rata industri sebesar 3,5 persen.
"Pengelolaan risiko dilakukan sejak penetapan sektor prioritas, analisis kelayakan debitur, hingga pemantauan pascapenyaluran kredit, didukung sistem peringatan dini yang terus diperkuat," ucap David.
Dari sisi likuiditas dan permodalan, BNI mencatatkan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 87,9 persen, Liquidity Coverage Ratio (LCR) 143,4 persen, serta Net Stable Funding Ratio (NSFR) 128,4 persen.
Adapun rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) berada pada level solid 19,2 persen untuk menopang agenda transformasi perusahaan di bawah koordinasi Danantara Indonesia.
Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen serta rencana penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap mulai November 2026 juga diproyeksikan memberikan tambahan ruang likuiditas bagi BNI untuk melanjutkan ekspansi pembiayaan produktif pada kuartal IV 2026.