Pandu juga secara tegas menepis adanya spekulasi yang mengaitkan momentum pemanggilan jajaran Himbara ini dengan keputusan pengetatan moneter yang dirilis oleh bank sentral pada hari yang sama.
"Ya nanti kita dengar saja," ucap Pandu saat ditanya mengenai penyelenggaraan rapat yang bertepatan dengan pengumuman BI Rate.
Lebih lanjut, Pandu memberikan klarifikasi bahwa kesamaan waktu antara koordinasi di Istana dan kebijakan moneter BI murni merupakan sebuah faktor ketidaksengajaan di lapangan. Dia membantah anggapan bahwa Istana menggelar rapat darurat atau mendadak guna merespons pergerakan suku bunga.
"Ya kalau bersamaan enggak apa-apa, ini kebetulan aja," tuturnya.
Pandu memastikan bahwa agenda ini merupakan bagian dari garis kebijakan berkala pemerintah yang cetak birunya sudah dipersiapkan sejak jauh hari.
"Ini sudah dijadwalkan," ucap Pandu.
Sebagai informasi, keseriusan pertemuan ini tecermin dari masifnya daftar undangan yang beredar, di mana total terdapat 93 undangan yang ditujukan kepada jajaran komisaris serta direksi dari lima bank pelat merah utama, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, BTN, dan BSI.
Kehadiran formasi lengkap dari komando tertinggi Himbara ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah tengah merumuskan jangkar kebijakan strategis untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan dan mengawal stabilitas ekonomi nasional.