JAKARTA, iNews.id - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat memicu antrean panjang kendaraan di Bali. Perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah itu berkomitmen membenahi distribusi dan operasional agar gangguan pasokan serupa tidak kembali terjadi.
"Saya atas nama Pertamina Group, sebagai Direktur Utama, dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, dan kami berjanji serta berkomitmen bahwa kejadian ini tidak akan terulang di kemudian hari," ujar Simon dalam konferensi pers di Fuel Terminal Sanggaran, Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026).
Simon menambahkan, Pertamina telah mengevaluasi pengelolaan logistik untuk memastikan kelancaran pasokan energi. Menurutnya, distribusi BBM menjadi prioritas karena berperan penting dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat Bali.
"Pertamina tentunya berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan, penyaluran, dan distribusi energi, memastikan seluruh wilayah terlayani dengan baik, terlebih energi adalah denyut nadi perekonomian Bali untuk membantu sektor pariwisata, UMKM, serta aktivitas ekonomi lainnya," kata dia.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memimpin rapat koordinasi penanganan distribusi BBM bersama jajaran direksi Pertamina, BPH Migas, dan Pemerintah Provinsi Bali. Dari hasil evaluasi tersebut, pemerintah menyatakan pelayanan di SPBU telah kembali normal.