"Tadi saya mendapat laporan dari Pak Gubernur, Pak Kapolda, dan teman-teman GM Pertamina di sini bahwa semua SPBU sudah berjalan normal, dan sekarang cadangan di Bali yang berada di posisi 11 sampai 12 hari mau saya tingkatkan menjadi 15 hari," ucap Bahlil.
Bahlil menjelaskan, gangguan pasokan sebelumnya dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM dari Pulau Jawa. Kondisi tersebut sempat menurunkan ketahanan cadangan BBM di Bali sekitar tiga hingga empat hari.
"Di beberapa hari kemarin karena ada keterlambatan dari kapal yang membawa BBM dari Jawa ke Bali, terjadi penurunan cadangan sekitar 3 sampai 4 hari, tetapi mulai hari ini rata-rata sudah mencapai 11 sampai 12 hari sehingga alhamdulillah sudah bisa teratasi," tuturnya.
Pasokan BBM di Bali ditopang dua fasilitas penyimpanan utama, yakni Fuel Terminal Sanggaran di Denpasar dan Integrated Terminal Manggis di Kabupaten Karangasem. Berdasarkan keterangan Bahlil, ketahanan cadangan di Sanggaran sekitar empat hingga lima hari, sedangkan di Manggis lebih dari 11 hari.
Untuk memperkuat distribusi, pemerintah meminta Pertamina menambah armada kapal pengangkut BBM dari Jawa ke Bali, dari semula tiga menjadi tujuh kapal.