"Terminal Sanggaran ini volumenya tidak sebesar Manggis, sehingga dalam rangka mempercepat proses dan menaikkan status cadangan, kapal yang tadinya cuma tiga unit sekarang sudah melayani tujuh kapal agar penguraian distribusi berjalan perlahan-lahan," katanya.
Bahlil menegaskan, gangguan yang terjadi di Bali berkaitan dengan distribusi antarpulau, bukan kekurangan stok BBM secara nasional. Pemerintah akan memperkuat kelancaran pengiriman agar pasokan di daerah tetap terjaga.
"Cadangan nasional kita di atas 16 sampai 18 hari sehingga secara keseluruhan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dan sekarang fokus kita adalah memperlancar distribusi dari satu kota ke kota lain dengan meminta Pertamina menambah armada," tuturnya.