BPIP Mulai Susun Kebijakan Ekonomi Pancasila

Djibril Muhammad
Diskusi Kelompok Terpumpun mengenai penyunan naskah kebijakan ekonomi Pancasila yang diselenggarakan BPIP di Tangerang Selatan, Banten, Jumat-Sabtu (20-21/11/2020). (Foto: BPIP).

“Corak ekonomi Pancasila harus menggambarkan (tergambar dalam) fiskal, moneter, dan harus real, harus bisa menjawab tantangan mengenai penciptaan lapangan pekerjaan” kata Arif. Direktur Eksekutif Megawati Institute itu juga mengemukakan tujuan akhir dari ekonomi Pancasila yakni keadilan dan kemakmuran bagi seluruh Rakyat Indonesia.

Senada dengan pendapat pemapar lainnya, Rohaniwan Frans Magniz Suseno berpendapat ekonomi Pancasila bukan suatu sistem yang berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan lima sila dalam Pancasila.

Menurut dia, penerimaan warga negara Indonesia terhadap ekonomi Pancasila harus sebanyak 85 sampai 90 persen.

“Dasar tuntutannya keadilan sosial, keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia sendiri, ekonomi dibangun harus memberikan perlawanan (terhadap) kapitalisme dan neoliberalisme, artinya di mana sebuah keadilan sosial dapat terwujud,” kata dia.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BPIP Umumkan 76 Calon Paskibraka Pusat 2026, Wakili 38 Provinsi

57 tahun lalu

BPIP Ajukan Anggaran Khusus Rp343 Miliar, Ingin Bangun Pusdiklat Seluas 7 Hektare

57 tahun lalu

BPIP Ajukan Tambahan Anggaran 2027 Rp370 Miliar, Buat Sosialisasi Pancasila hingga Diklat

57 tahun lalu

Polisi Pastikan Paspor Berserakan di BSD Hanya Sampul, Bukan Milik Jemaah Haji

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal