BPS Ungkap Produksi Padi dan Jagung Berpotensi Menurun hingga Juli 2026, Ini Penyebabnya

Rohman Wibowo
BPS mengungkap produksi padi dan jagung RI berpotensi turun hingga Juli 2026 di tengah ketidakpastian iklim dan dinamika organisme pengganggu tanaman. (Foto: Tim Grafis iNews)

"Produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada April 2026 mencapai 1,38 juta ton, di mana angka ini lebih tinggi dibandingkan April 2025 yang sebesar 1,27 juta ton," tuturnya.

Meski demikian, BPS mengingatkan adanya potensi penurunan luas panen jagung pada periode Mei-Juli 2026 sebesar 4,71 persen. Secara total, produksi jagung Januari-Juli 2026 diperkirakan mencapai 9,75 juta ton, menurun 2,81 persen dari periode yang sama tahun 2025. Angka ini sudah mencakup tanaman jagung yang dipanen muda maupun untuk hijauan pakan ternak.

Pudji menekankan bahwa seluruh proyeksi ini masih bersifat dinamis dan sangat bergantung pada realisasi di lapangan. Faktor eksternal seperti perubahan cuaca dan serangan hama tetap menjadi variabel yang paling sulit diprediksi namun berdampak masif.

Ketidakpastian iklim dan dinamika organisme pengganggu tanaman menjadi alarm bagi para petani dan pemangku kepentingan untuk tetap waspada. BPS menegaskan bahwa data yang ada saat ini merupakan hasil amatan terkini yang bisa saja bergeser mengikuti kondisi alam.

"Angka potensi ini masih dapat berubah tergantung pada kondisi pertanaman padi seperti serangan hama, banjir, kekeringan, serta waktu pelaksanaan panen oleh petani dan lain sebagainya," ucap Pudji.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
21 jam lalu

BPS: Angka Pengangguran RI Turun Jadi 7,22 Juta Orang

21 jam lalu

Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Pendorong 

23 jam lalu

Breaking News: Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen di Kuartal II 2026

2 hari lalu

BPS Sebut Implementasi B50 Bisa Pengaruhi Ekspor CPO di Semester II 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal