Breaking News, BI Pangkas Suku Bunga Jadi 5,25 Persen

Anggie Ariesta
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. (Foto: YouTube Bank Indonesia)

Kelompok volatile food (VF) tercatat sebesar 0,57 persen (yoy) didukung oleh kecukupan pasokan komoditas pangan utama dan eratnya sinergi pengendalian inflasi oleh Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP).

Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,34 persen (yoy), di tengah meningkatnya PAM dan cukai hasil tembakau.

Terkait kestabilan nilai tukar rupiah, kata Perry, sesuai dengan fundamental di tengah ketidakpastian pasar global yang masih tinggi, serta perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Ke depan Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan BI Rate guna mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap mempertahankan inflasi sesuai dengan sasarannya dan stabilitas nilai tukar sesuai dengan fundamentalnya," ucap Perry.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
1 tahun lalu

BI Dinilai Perlu Pertahankan Suku Bunga di 5,50 Persen, Ini Alasannya 

12 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

1 hari lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.917 per Dolar AS

1 hari lalu

IHSG Anjlok 6,96 Persen Sepanjang September 2026, Investor Asing Jual Saham Rp10,24 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal