Budi Gunawan Ajak Mahasiswa Tangkal Ancaman Radikalisme

Tri Hatnanto
Kepala BIN Budi Gunawan (kanan) menerima cenderamata seusai menyampaikan kuliah umum di Munas VI BEM PTNU Se-Nusantara, Universitas Wahid Hasyim Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (28/4/2018). (Foto: Istimewa).

”Selain itu, penguatan nilai-nilai kebangsaan dengan berpedoman pada ajaran bahwa cinta Tanah Air merupakan sebagian dari iman (khubbul wathon minal iman), serta penguatan toleransi dan kerukunan di masyarakat,” papar BG.

Dalam konteks ini, BG pun berharap Munas VI BEM PTNU se-Nusantara dapat mewujudkan islam rahmatan lil alamin atau islam yang rahmat bagi alam semesta. Peran NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan jumlah umat yang mencapai 80 juta orang, kata BG, sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia sejak zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui fatwa jihad dari KH Hasyim Asyari.

”Demikian juga dengan peran pemuda dan mahasiswa NU terutama yang tergabung dalam 272 BEM PTNU sangat penting dalam memengaruhi pemikiran dan perjuangan seluruh generasi muda di Indonesia dalam konteks kebangsaan dan keutuhan NKRI,” kata dia.

Pemerintah juga berharap munas ini dapat menjadi momentum bersama untuk melawan gerakan radikal. BEM PTNU berperan di dalam dan luar kampus untuk melakukan upaya pencegahan melalui peningkatan kegiatan penguatan ideologi Pancasila, nilai-nilai islami dan jiwa nasionalisme.

Selain itu BEM PTNU juga perlu berperan secara aktif dalam memerangi berita-berita hoaks dan ujaran kebencian yang sangat berpotensi menimbulkan konflik untuk memecah belah bangsa.

”Jangan menjadi proxy bagi pihak yang justru ingin merusak tatanan masyarakat madani yang kita bangun bersama. BEM PTNU harus mewaspadai setiap upaya pihak-pihak yang memiliki kepentingan sempit dan ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila dan keutuhan NKRI. BEM PTNU jangan sampai dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin memecah belah NKRI,” tegas BG.

Purnawirawan jenderal polisi ini mengingatkan agar BEM PTNU juga terus meningkatkan kompetensi melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, penguasaan kemampuan wirausaha untuk pengembangan ekonomi umat, dan kemampuan komunikasi dan social engineering untuk melakukan perubahan.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Megapolitan
1 bulan lalu

Puspadaya: Memutus Rantai Kekerasan Anak di Ruang Digital Perlu Upaya Preventif dan Kuratif

Nasional
1 bulan lalu

Ciri-Ciri Anak Terpapar Radikalisme Versi Densus 88, Apa saja?

Nasional
1 bulan lalu

68 Anak Terpapar Ideologi Ekstrem, Pengamat Minta Telusuri Latar Belakang Keluarga

Nasional
1 bulan lalu

Polri Temukan 68 Anak Terpapar Ideologi Neo-Nazi Sepanjang 2025

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal