JAKARTA, iNews.id - Pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dengan dibantu TNI akan melakukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) guna mencegah banjir di wilayah Jabodetabek. TMC merupakan hasil Rakor Penanganan Banjir Jabodetabek di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis, 2 Januari 2020.
Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo mengatakan, BPPT dan TNI akan melakukan empat sortie penerbangan dalam operasi TMC, Jumat (3/1/2020). "Dua sortie penerbangan rencananya mulai dilakukan pada pukul 09.00 WIB, sedangkan dua sortie selanjutnya pukul 13.00 WIB," katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
BACA JUGA:
BNPB: 30 Orang Meninggal Dunia akibat Bencana Banjir di Jabodetabek
Rakor BNPB Tunjuk Wali Kota di Jabodetabek Jadi Komandan Satgas Banjir
Hasil Pantauan BNPB Ada 169 Titik Banjir di Jabodetabek dan Banten
Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, penerapan TMC untuk mempercepat turunnya hujan sebelum masuk ke wilayah Jabodetabek. Jika hujan yang turun berkurang di wilayah tersebut, maka dapat mencegah terjadinya banjir. "Kami sudah siapkan 22 ton bahan semai (garam) dan segera ditambah lagi stoknya," katanya.
Tri Handoko Seto dari BPPT memaparkan, pihaknya sudah menganalisis pertumbuhan awan penyebab hujan di Jabodetabek. "Awan-awan tersebut beasal dari sebelah barat dan barat laut Jabodetabek yaitu selat Sunda, Lampung dan sekitarnya," ujarnya.
Sebelum operasi, dia mengungkapkan, BPPT melakukan prediksi dan monitoring pertumbuhan dan pergerakan awan. "Semua awan yang bergerak ke Jabodetabek dan diperkirakan akan hujan di Jabodetabek akan disemai dengan pesawat menggunakan bahan semai NaCl. Diharapkan, awan akan jatuh sebelum memasuki Jabodetabek," tuturnya.