Amran menilai, pompanisasi menjadi salah satu strategi penting untuk mempertahankan produksi beras ketika terjadi fenomena El Nino dan kekeringan. Dia mencontohkan pengalaman pemerintah pada 2023 dan 2024 ketika produksi beras justru meningkat 2,8 juta ton meski Indonesia menghadapi El Nino.
"Intinya kita melakukan pompanisasi, kemudian benih yang tahan kekeringan, ini kita kemudian alat mesin pertanian kita kirimkan ke sana. Jadi insya Allah aman," lanjutnya.
Menurut Amran, pompa menjadi salah satu sarana yang berperan penting dalam meningkatkan produksi pertanian secara nasional. Pada tahun ini, jumlah pompa yang disalurkan akan ditambah sehingga produksi dapat ditingkatkan.
"Kalau seluruh Indonesia itu pompa yang paling berperanan. Itu 100 (ribu) lebih, mungkin tahun ini 50-an ribu. Jadi 150 ribu. Ini insya Allah ini justru meningkatkan produksi," katanya.