Cerita Jenderal TNI Ditolak Jadi KSAD, Terpaksa Dilantik dengan Iringan Musik Damkar

Felldy Aslya Utama
Kolonel Bambang Utoyo (Foto: Ist)

Guna meredam friksi berkelanjutan, Nasution kemudian memaparkan konsep Front Lebar atau Jalan Tengah. Inti dari konsep itu adalah TNI takkan berusaha mengambil kekuasaan, namun akan tetap berpartisipasi dalam pengambilan keputusan pada semua tingkatan.

“Kita tidak menginginkan dan kita tidak akan menjiplak situasi di beberapa negara Amerika Latin, di mana tentara bertindak sebagai satu kekuatan politik langsung,” kata Nasution pada suatu kesempatan di hadapan taruna Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah, pada Desember 1958.

“Demikian pula, kita tidak akan meniru model Eropa Barat, di mana tentara merupakan alat mati dari pemerintah, atau contoh dari Eropa Timur,” ujar Nasution.

Baik Soekarno maupun Nasution, berangsur mulai menyadari kepentingan masing-masing secara lebih akur. Soekarno menyadari bahwa yang mampu mencegah kesatuan RI terpecah adalah tentara.

Di sisi lain, keinginan Nasution pada 17 Oktober 1952 sebelumnya pun akhirnya terlaksana pada 1959. Soekarno melahirkan Dekrit 5 Juli 1959. Parlemen dibubarkan, menyusul dijalankannya sistem Demokrasi Terpimpin.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

TNI AD Ungkap Siaga 1 Sudah Tak Diterapkan, Turun Jadi Siaga 3

Nasional
3 hari lalu

Kepala Bappisus Buka Suara soal Heboh TNI Siaga 1 gegara Konflik Timur Tengah 

Megapolitan
10 hari lalu

Viral Pria Todongkan Pistol ke Sopir Taksi Online di Tangsel, Pelaku Ternyata TNI

Nasional
1 bulan lalu

Sambut HUT ke-65, Kostrad Gelar Donor Darah sebagai Wujud Kepedulian Sosial

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal