Cerita Penjaga Perbatasan Pulau Natuna, Harus Sewa Perahu Nelayan untuk Menyisir Kapal Asing

Ariedwi Satrio
Petugas Imigrasi (Kanim) Kelas II Ranai, Natuna menyisir kapal asing. (Foto MPI).

"Karena memang di sini pendidikannya juga kurang memadai, kesehatannya pun sama, jadi kalau kita sakit pun harus dirujuk minimal ke Batam, nah Batam itu kan harus menempuh waktu dan biaya juga," ungkap Tedy.

Satu-satunya obat pelepas rindu Tedy dengan keluarga hanya lewat video call. Untungnya, sinyal beberapa provider di Ranai cukup bagus. Tedy masih bisa berkomunikasi dengan keluarga meski hanya lewat telepon genggam.

"Kecuali kalau ada yang urgent sekali, keluarga sakit, kita enggak bisa setiap saat pulang, karena kan pesawat aja sehari sekali dan itu pun kadang full, kita harus cari hari berikutnya. Apalagi kalau kita ditugaskan di PLBN," beber dia.

Tedy juga tak sungkan menceritakan penghasilannya sebagai PNS Ditjen Imigrasi Kemenkumham di daerah perbatasan. Tunjangan petugas Imigrasi berbeda dengan TNI dan Polri di daerah perbatasan.

Sebagai PNS Ditjen Imigrasi di daerah perbatasan, Tedy mengaku hanya mendapat remunisasi. Berbeda dengan anggota TNI-Polri yang mendapat tunjangan lainnya ketika bertugas di Natuna.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
13 hari lalu

Australia bakal Larang Mahasiswa Internasional Bawa Keluarga

20 hari lalu

Komisi XIII DPR RI Datangi Imigrasi Soekarno-Hatta, Dorong Penguatan Pencegahan TPPO

22 hari lalu

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Imigrasi Beri Izin Tinggal Darurat ke WNA

24 hari lalu

Imigrasi Tahan 55 WN China Diduga Kerja di Proyek Data Center BSD

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal