Dia juga mengatakan kondisi serupa dialami sejumlah rekannya. Ada dosen yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, kuli bangunan, hingga mengajar di beberapa kampus sekaligus untuk menambah penghasilan.
Dia mengaku pernah mengajar di beberapa kampus dalam sehari sehingga harus berpindah-pindah lokasi demi memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Iman mengatakan dosen seharusnya dapat fokus mengajar, meneliti, dan mengabdi kepada masyarakat, tetapi banyak yang terpaksa bekerja sampingan.
"Rekan saya dosen di Politeknik Negeri Bandung, dia selesai ngajar dia ngojol. Rekan saya lagi ada di Kalimantan, dia selain menjadi dosen dia pun tetap menjadi kuli bangunan bapak ibu," ucapnya.
Imam menambahkan, bahkan dia kerap tidak dapat melayani permintaan bimbingan mahasiswa di luar jam kerja karena sedang menjalani pekerjaan sampingan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.