6. Indoktrinasi Pancasila
Pada masa Orde Baru, pemerintah menggunakan indoktrinasi untuk menanamkan nilai-nilai politik, seperti melalui penataran P4. Namun, indoktrinasi tersebut lebih merupakan alat untuk mempertahankan kekuasaan daripada membangun pemahaman yang mendalam terhadap Pancasila.
7. Pembatasan Kebebasan Pers
Pengendalian pemerintah terhadap pers sangat ketat, membatasi akses masyarakat terhadap informasi dan menyajikan versi politik yang dikontrol penguasa. Kebebasan pers terpaku pada narasi yang menguntungkan pemerintah.
8. Krisis Politik dan Runtuhnya Legitimasi
Dalam situasi politik yang kacau, rakyat kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah. Tekad untuk perubahan muncul, didorong oleh aksi demonstrasi yang diinisiasi terutama oleh mahasiswa.
Berakhirnya Orde Baru
Kondisi politik yang tidak stabil menciptakan keinginan masyarakat untuk perubahan. Demonstrasi meluas, menuntut pemerintahan baru yang adil dan transparan. Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundurkan diri, menandai berakhirnya Orde Baru dan awal era reformasi.
Masa Orde Baru memberikan catatan kelam dalam sejarah Indonesia dengan penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Artikel ini mencoba mengungkap beberapa di antaranya sebagai refleksi dari kondisi politik dan sosial saat itu.
Dengan memahami penyimpangan pada masa orde baru, diharapkan dapat memberikan pelajaran berharga untuk menjaga demokrasi dan hak asasi manusia di masa yang akan datang.
Itulah pembahasan mengenai delapan penyimpangan pada masa Orde Baru. Semoga menambah pengetahuan akan sejarah bangsa Indonesia.