Sebaliknya, penerima PBI-JKN pada desil 6-10 turun dari 15.033.200 jiwa menjadi 355.396 jiwa.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menekankan bahwa pembaruan data, termasuk perubahan desil, bukan sekadar persoalan angka. Menurutnya, terdapat kehidupan masyarakat yang berada di balik setiap data yang diperbarui.
Amalia mencontohkan Mariatun, seorang perempuan asal Jawa Tengah yang tinggal bersama suami dan empat anaknya. Keluarga tersebut tidak memiliki pekerjaan tetap dan selama bertahun-tahun berjuang memenuhi kebutuhan hidup.
Dalam proses pemutakhiran DTSEN, keluarga Mariatun kemudian tercatat dalam data pemerintah. Setelah masuk dalam data yang telah diperbarui, Mariatun akhirnya memperoleh Program Keluarga Harapan (PKH).
“Di balik setiap data yang dirapikan oleh pemerintah, ada kehidupan yang akhirnya memiliki harapan lebih baik ke depan,” ujar Amalia.