Hingga berita ini dibuat, tidak diketahui bagaimana kondisi si nelayan. Namun, video ini telah disaksikan lebih dari 788,7 ribu kali di X usai diunggah akun @mondoterremoti pada Sabtu, 5 September 2026.
Gunung Anak Krakatau masih menunjukkan aktivitas erupsi pada Minggu (6/9/2026). Badan Geologi sebelumnya melaporkan erupsi menerus mulai terjadi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 23.07 WIB.
Aktivitas tersebut disertai suara gemuruh dan dentuman serta fenomena lava fountain atau lontaran lava pijar. Status aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga.
Masyarakat, wisatawan, maupun nelayan diminta tidak mendekati kawasan kawah aktif sesuai radius yang ditetapkan otoritas vulkanologi. Kondisi ini penting diperhatikan karena erupsi dapat menghasilkan lontaran material vulkanik yang berbahaya bagi orang yang berada terlalu dekat.
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di sekitar Selat Sunda. Sebaran abu vulkanik telah bergerak ke sejumlah wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.