Yang perlu dilakukan adalah mengurangi paparan abu, terutama ketika konsentrasi abu meningkat. Penggunaan masker ketika berada di luar ruangan dapat membantu mengurangi partikel abu yang terhirup. Masyarakat juga sebaiknya mengikuti perkembangan informasi dari PVMBG, BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah.
Untuk masyarakat yang berada jauh dari gunung, bahaya utama yang saat ini perlu diperhatikan adalah paparan abu vulkanik dan dampaknya terhadap kualitas udara serta jarak pandang, sementara masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau harus mematuhi zona larangan yang ditetapkan otoritas.
Adapun terkait kekhawatiran tsunami, Badan Geologi menyatakan erupsi tidak secara otomatis menyebabkan tsunami. Risiko tsunami berkaitan dengan kondisi tertentu, seperti runtuhnya tubuh gunung dalam volume besar ke laut.
Karena itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti pembaruan resmi mengenai perkembangan Gunung Anak Krakatau.