Di Austria, Menko Puan Bicara Aplikasi Teknologi Nuklir Indonesia

Antara
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, membeberkan pemanfaatan teknologi nuklir di kalangan masyarakat Indonesia pada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria.

Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis (29/11/2018), Puan bertemu Dirjen IAEA Yukiya Amano dan membahas tentang capaian kerja sama aplikasi nuklir dengan IAEA dan komitmen Pemerintah Indonesia terhadap keberlanjutan program nasional. Selain itu, mereka juga membahas kerja sama antarnegara berkembang dan kerja sama Selatan-Selatan.

“Indonesia bergabung dengan IAEA pada tahun 1957 di bawah Presiden Soekarno sebagai founding father dan saya senang sekali hadir untuk melanjutkan apa yang telah dirintis Presiden Soekarno,” ujar Puan.

Dia menuturkan, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir telah berkontribusi terhadap sosial ekonomi masyarakat, baik di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, industri, lingkungan, maupun yang lain-lainnya. Saat ini, kerja sama Indonesia dengan IAEA pun telah memasuki fase hilirisasi teknologi nuklir untuk kepentingan industri, usaha kecil dan menengah, petani, dan pemangku kepentingan nasional lainnya.

Pemanfaatan itu, kata dia, di antaranya diaplikasan pada dukungan teknologi untuk produksi tempe; proyek pada telemedicine atau radioterapi; penggunaan teknologi radiasi di pulau-pulau terluar, seperti di Pulau Natuna untuk keperluan ekspor produk perikanan, serta; pengelolaan sumber daya dan lingkungan laut secara lebih baik.

Dalam pertemuan itu, Dirjen IAEA Yukiya Amano mengapresiasi kemajuan aplikasi nuklir di Indonesia dan juga peran Indonesia di ASEAN, serta kerja sama Selatan Selatan, seperti Afrika dan membantu Small Island Developing Countries (SIDs), termasuk Papua Nugini. Pertemuan itu juga dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Austria, Darmansjah Djumala, dan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Djarot Sulistio Wisnubroto.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
12 jam lalu

Istana Sebut Teknologi Nuklir Hasil Riset BRIN untuk Energi hingga Kesehatan

1 hari lalu

BRIN Paparkan Pengembangan Teknologi Nuklir ke Prabowo, Ungkap Potensi Uranium 89.000 Ton

16 hari lalu

Trump Ancam Hancurkan Gunung Pickaxe Iran, Tempat Sembunyikan Nuklir

18 hari lalu

Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Ketua DPR Minta Proses Hukum Transparan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal