Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Beras-Garam dan Baju Bekas, Nilainya Rp27,3 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Beras, Suahasil: Menodai Swasembada Pangan

Selasa, 22 September 2026 - 12:59:00 WIB
Bea Cukai Bongkar Penyelundupan Beras, Suahasil: Menodai Swasembada Pangan
Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menilai penyelundupan beras menodai swasembada. (Foto: Anggie Ariesta)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai masuknya beras impor ilegal telah menodai upaya Indonesia membangun swasembada pangan. Pernyataan itu disampaikan setelah Bea Cukai mengungkap penyelundupan ratusan ton beras yang disamarkan sebagai komoditas lain.

"Kalau beras diselundupkan masuk, itu sebenarnya menodai swasembada pangan Indonesia. Kita bekerja di sisi kebijakan, para petani kita bekerja menanam padi dengan produktivitas yang tinggi, lalu masuk beras-beras ilegal seperti ini, ini menodai sekali," ucap Suahasil dalam konferensi pers di kantor pusat Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Penindakan tersebut merupakan bagian dari operasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sepanjang Agustus hingga September 2026. Dalam periode tersebut, petugas menggagalkan penyelundupan 30 kontainer berisi beras dan garam serta 1.435 bale press pakaian bekas impor di empat lokasi.

Suahasil mengatakan besarnya populasi Indonesia dan daya beli masyarakat yang terus meningkat menjadi daya tarik bagi pelaku bisnis lintas negara untuk memasukkan komoditas ilegal ke pasar domestik.

"Ini dilakukan karena pasar Indonesia yang sangat besar dan menggiurkan untuk semua pemain dunia di berbagai macam negara. Karena itu kita harus melindungi pasar kita yang besar dan daya belinya terus meningkat ini," ujar Suahasil.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut