Dia pun memilih menggunakan media sosial untuk menghadirkan sudut pandang lain. Namun, Sherly menegaskan bahwa menyampaikan perspektif bukan berarti mengharuskan publik mengikuti pandangannya.
“Ini butuh ada sudut pandang lain, nih. Kita butuh menghadirkan sudut pembandingnya sehingga mau nanti publik milihnya A, publik lain milihnya B, si kelompoknya milih C, that’s totally okay,” tuturnya.
Bagi Sherly, keberagaman pandangan merupakan bagian dari demokrasi. Karena itu, ia merasa anak muda perlu mendapatkan informasi dari berbagai perspektif sebelum membentuk pandangan sendiri.