JAKARTA, iNews.id - Dirjen PAUDasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto membeberkan dasar pengadaan laptop Chromebook sempat dihentikan di tahun 2019. Hal tersebut dilandasi Chromebook tak bisa digunakan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar atau 3T karena minimnya jaringan internet.
Hal ini disampaikan Gogot saat bersaksi di PN Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (6/1/2026). Kesaksian Gogot untuk terdakwa Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, Ibrahim Arief alias Ibam.
Awalnya, Gogot mengatakan ada dua kali pengadaan Chromebook di tahun 2019. Pengadaan pertama sebanyak empat laptop yang terdiri dari dua Chromebook dan dua Windows untuk 500 sekolah.
"Yang saya laporkan di BAP (berita acara pemeriksaan) 2019 dan kami melakukan dua kali pengadaan. Pengadaan pertama di bulan Maret itu 4 laptop, 2 Chromebook 2 Windows. Bulan Maret 2019," ucap Gogot.
Kemudian, jaksa pun menanyakan jumlah pengadaan laptop tersebut.
"Itu untuk 500 satuan pendidikan, sekolah. Jadi setiap sekolah mendapat 2 laptop windows dua laptop Chromebook," jawab Gogot.
Gogot mengatakan, pengadaan Chromebook yang kedua dilakukan pada Oktober 2019. Namun, pengadaan itu distop setelah dilakukan evaluasi.
"Kemudian di bulan Oktober ada penambahan anggaran ABT, harus menambah sasaran, ada 1.300 sasaran. Kami melakukan evaluasi dari evaluasi itu lah kita stop Chromebook di Pengadaan Oktober 2019," tuturnya.
Gogot merincikan, ada empat alasan pengadaan Chromebook saat itu distop. Alasan pertama yakni laptop Chromebook tak bisa digunakan di daerah 3T karena ketidakstabilan koneksi internet yang mengakibatkan Chromebook tak bisa berfungsi maksimal.
"Kenapa stop Chromebook pada saat itu? Alasannya kenapa distop?" tanya jaksa.
"Kita melakukan survei, kita minta sekolah-sekolah yang penerima Chromebook sebelumnya untuk memberikan respons ya. Kita kirim dari 500 sekolah penerima, 90 yang merespons, ada 4 yang bisa kita simpulkan," ujar Gogot.
"Hanya karena daerah 3T secara demografis banyak tantangan, ada awan tebal aja itu internet sudah goyang karena pakai satelit, harus nembak ke atas, tidak ada kabel. Jadi intinya internentnya tidak stabil, padahal nyawanya chrome itu harus koneksi internet meskipun ada storage yang kita siapkan tapi sangat kecil sekali, tidak akan optimal untuk pembelajaran. Jadi yang pertama internetnya tidak stabil sehingga fungsi Chromebook tidak maksimal," tuturnya.