DPR Desak Kapolri Evaluasi Kapolda Jateng dan Kapolres Sukoharjo Buntut Penggerebekan Pesantren

Felldy Aslya Utama
Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mendesak Kapolri mencopot Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Sukoharjo terkait kontroversi penggerebekan Pesantren Hamalatul Qur'an. (Dok. DPR)

"Jangan sampai proses penegakan hukum justru mengorbankan anak-anak yang sedang menuntut ilmu. Tuduhan harus dibuktikan, bukan dijadikan alasan untuk melakukan tindakan yang berlebihan terhadap lingkungan pesantren," tuturnya.

Atas peristiwa itu, Abdullah meminta Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan dan Kapolres Sukoharjo AKBP Andika Dharma Sena bertanggung jawab atas tindakan personel di lapangan. Dia mendesak Kapolri mengambil langkah tegas melalui evaluasi menyeluruh hingga pencopotan kedua pejabat tersebut.

"Kapolda dan Kapolres harus bertanggung jawab atas tindakan anak buahnya. Saya meminta Kapolri mengevaluasi secara menyeluruh dan mencopot keduanya. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional, proporsional, dan tetap menghormati hak asasi manusia," ucapnya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
2 jam lalu

Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo Diwarnai Ketegangan, Pengurus Ungkap Santriwati Ditodong Laras Panjang

3 jam lalu

Menteri Pigai Perintahkan Kanwil HAM Cek Ponpes di Sukoharjo soal Penggeledahan Polisi

4 jam lalu

Polri Buka Suara soal Penggeledahan Ponpes di Sukoharjo, Propam Turun Tangan

5 jam lalu

DPR Desak Komnas HAM Investigasi Penggerebekan Ponpes Sukoharjo, Ada Dugaan Langgar HAM

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal