DPR Terima Laporan Banyak BTS Bakti Kominfo Mangkrak, Kejagung Periksa 2 Saksi

Felldy Aslya Utama
Ilustrasi tower BTS (foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi I DPR Nico Siahaan menerima laporan banyaknya proyek pembangunan base transceiver station (BTS) 4G yang mangkrak di sejumlah daerah terluar, terdepan, tertinggal (3T). Proyek Kementerian Kominfo melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) ini dirundung dugaan korupsi dan perkaranya sedang dalam penyidikan Kejaksaan Agung. 

"Memang ada laporan dari masyarakat di beberapa dapil (daerah pemilihan) bahwa banyak pembangunan BTS yang mangkrak. Laporan yang masuk dilengkapi bukti foto-foto,” kata Nico di Jakarta, Selasa (29/11/2022).

Menurut politisi PDIP ini, laporan dari masyarakat telah disampaikan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate saat rapat kerja bersama Komisi I DPR beberapa waktu lalu.

Diberitakan sebelumnya, Kejagung menyebut kerugian dalam dugaan korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukungnya ini mencapai Rp1 triliun. Proyek BTS 4G ditujukan untuk percepatan transformasi digital, pemerataan akses informasi untuk wilayah 3T, kebutuhan internet di masa pandemi dengan sumber dana 90 persen APBN dan sisanya universal service obligation (USO). 

BTS rencananya akan dibangun di 7.904 titik desa/kelurahan. Fase pertama 4.200 titik  dibagi dalam lima paket. Paket 1 dan 2 dikerjakan oleh konsorsium PT Fiberhome, PT Telkom Infra dan Multi Trans Data. Paket 3 digarap oleh PT Apilkanusa Lintas Arta, Huawei dan PT SEI. Paket 4 dan 5 dikerjakan oleh PT IBS dan ZTE Corporation. 

Persoalannya, pembangunan BTS fase pertama ini mengalami keterlambatan. Target awal proyek tuntas pada Maret 2022. Namun, baru 1.679 titik yang terintegrasi sehingga terjadi backlog pada 2.521 titik.

Rinciannya, 13,7 persen dalam tahap instalasi, 9,7 persen siap untuk instalasi dan 76,6 persen titik belum siap untuk dilakukan instalasi. Fase pertama akhirnya diperpanjang hingga September 2022 tetapi tidak ada perkembangan signifikan. 

Indonesia Corruption Watch (ICW) awal pekan ini mengekspose bahwa dari 4.200 titik yang dikerjakan, hanya 2.406 titik atau sekitar 57 persen yang siap beroperasi. Persoalan lainnya menurut ICW adalah keterlambatan pembayaran kepada sub kontraktor. Hal ini setidaknya terjadi di Sumbawa dan Natuna.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
4 hari lalu

TikTok Nonaktifkan 1,7 Juta Akun Anak di Indonesia

Megapolitan
9 hari lalu

Pramono Anung Bidik BTS, Metallica hingga Guns N Roses Konser di JIS

Gadget
1 bulan lalu

5 Cara Mengatasi Anak Kecanduan Gadget, Orang Tua Wajib Tahu

Seleb
1 bulan lalu

Jungkook Rela Diet Ketat demi Epic Comeback BTS, Makan Sekali Sehari!

Music
1 bulan lalu

BTS Comeback! Langsung Rilis Album Baru Arirang dan Musik Video Swim

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal