Efektivitas Vaksin Sinovac Disebut Rendah, Satgas: Tunggu Hasil Kajian Ilmiah WHO

Dita Angga
Sindonews
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito (Foto: Dok BNPB)

JAKARTA, iNews.id -Vaksin covid-19 yang diproduksi perusahaan asal China, Sinovac Biotech disebut media Al Jazeera memiliki efektivitas terendah dibanding sembilan vaksin siap edar lainnya. Satgas Penanganan Covid-19 pun angkat bicara terkait hal tersebut.

Juru Bicara Satgas, Wiku Bakti Adisasmito menyebut pembicaraan soal efektivitas vaksin harus berdasarkan pada sumber asli di World Health Organization (WHO). Dia mengatakan Indonesia masih menunggu hasil kajian ilmiah perbandingan efektivitas vaksin dari WHO.

“Kami belum mendapatkan hasil kajian ilmiah terhadap perbandingan tersebut. Juga kami belum menerima analisisnya dari WHO Indonesia. Sebaiknya kita selalu merujuk pada sumber berita yang mensitasi literatur ilmiah yang berkualitas atau langsung bersumber dari literatur ilmiah,” ucapnya di Jakarta, Minggu (20/12/2020).

Dia mengaku khawatir pemberitaan tersebut bisa berdampak pada ketidakpercayaan masyarakat terhadap vaksin. Apalagi Indonesia sudah mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin buatan Sinovac.

“Iya pasti (khawatir). Dan itu bukan hanya untuk masyarakat Indonesia tetapi juga di negara-negara lain di dunia,” ujarnya.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
9 hari lalu

Budi Gunadi Siap Mundur dari Menkes jika Terpilih Jadi Dirjen WHO

9 hari lalu

Menkes Budi Ungkap Dicalonkan Prabowo jadi Dirjen WHO: Amanah dari Presiden

12 hari lalu

Menkes Budi Resmi Masuk Calon Dirjen WHO 2027, Ini 3 Pesaingnya!

1 bulan lalu

Bak Dokter Gigi, Presiden Brasil Lula Periksa Bos WHO sambil Ngomongin Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal