Ekonom Kritik Wacana Redenominasi Rupiah: Argumentasi Menyesatkan!

Felldy Aslya Utama
Pakar ekonomi politik Ichsanudin Noorsy. (Foto: iNews)

Tiga kajian tersebut, menurut dia, berhubungan dengan harga-harga komoditas. 

"Ketika bicara harga komoditas anda akan ketemu dengan komoditas strategi apa yang menjadi penimbang nilai tukar, menjadi penimbang suku bunga, menjadi penimbang inflasi. Sebegitu kajiannya," ucap dia.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan redenominasi bukan pemotongan nilai rupiah. Menurut dia, harga barang akan tetap sama.

Perry membedakan secara tegas antara redenominasi dan sanering atau pemotongan nilai riil. Dalam sejarah, pemerintah Indonesia pernah melakukan sanering.

"Redenominasi itu bukan sanering ya bukan pemotongan," ujar Perry saat rapat kerja dengan Komite IV DPD di Jakarta, Senin (17/11/2025).

Perry menjelaskan, redenominasi baru dapat dilakukan jika pemerintah dan DPR menuntaskan pembahasan Undang-Undang tentang Perubahan Harga Rupiah. 

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
Nasional
7 hari lalu

Viral Uang Baru Redenominasi Diluncurkan 2026, Begini Penjelasan BI  

Nasional
13 hari lalu

Gubernur BI Tegaskan Redenominasi Tak Pangkas Nilai Rupiah, Harga Tetap Sama

Keuangan
16 hari lalu

Anggota Komisi VI DPR RI Tolak Wacana Redenominasi Rupiah, Ekonomi Belum Stabil Jadi Alasan

Video
16 hari lalu

Gubernur BI: Redenominasi Rupiah Butuh Persiapan Panjang, Pemerintah Fokus Jaga Stabilitas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal