Selain itu, upaya mengatasi hambatan perdagangan non-tarif disebut berhasil mengamankan potensi ekspor Indonesia senilai 64,1 juta dolar AS pada Januari-September 2026. Capaian tersebut melanjutkan penyelamatan potensi ekspor sebesar 437 juta dolar AS sepanjang 2025.
Program Dari Lokal untuk Global dijalankan melalui empat klaster pemberdayaan. Pada klaster UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, Kemendag memfasilitasi 797 sesi penjajakan kesepakatan bisnis dengan potensi transaksi 361,55 juta dolar AS selama Januari-September 2026.
Nilai tersebut meningkat dibandingkan potensi transaksi 134,87 juta dolar AS dari 662 kegiatan sepanjang 2025.
Pada klaster Desa BISA Ekspor, sebanyak 787 desa telah dibina untuk menjadi kantong eksportir baru. Hingga September 2026, Kemendag juga memetakan 121 sentra industri kecil dan menengah (IKM) potensial untuk dipersiapkan memasuki pasar internasional.
Sementara itu, program kemitraan UMKM telah menjembatani 1.203 pelaku usaha dengan jaringan ritel modern di dalam negeri, termasuk melalui kolaborasi dengan badan usaha milik negara (BUMN), selama Januari-Oktober 2026.