El Nino Berpotensi Ganggu Pasokan Pangan, BI Waspadai Kenaikan Harga Beras hingga Cabai

Anggie Ariesta
Ilustrasi beras. (Foto: Freepik)

"Tujuannya untuk mempercepat distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah yang mengalami defisit pasokan, terutama untuk komoditas beras, cabai, dan bawang merah," kata dia.

Sementara itu, untuk jangka panjang, BI mendorong penguatan sektor hulu melalui penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penyediaan jaringan irigasi, serta penggunaan bibit unggul yang lebih tahan terhadap perubahan iklim.

Kewaspadaan terhadap El Nino muncul di tengah meningkatnya inflasi nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year-on-year pada September 2026 mencapai 3,28 persen, naik dibandingkan Agustus 2026 sebesar 3,19 persen.

Kelompok harga bergejolak atau volatile food mencatat inflasi sebesar 5,03 persen dengan andil 0,83 poin persentase terhadap inflasi nasional.

Ricky mengungkapkan, tekanan harga pangan di wilayah Sulampua bahkan mencapai 8,63 persen. Kenaikan terutama dipengaruhi harga cabai rawit, cabai merah, tomat, bawang merah, beras, serta ikan cakalang dan tongkol.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
13 hari lalu

BMKG Ungkap El Nino Masih Sangat Kuat, Mayoritas Wilayah Indonesia Minim Hujan

14 hari lalu

El Nino Capai Level Sangat Kuat, BMKG Ungkap Musim Hujan di RI Mundur

16 hari lalu

El Nino Berdampak Kemarau Panjang, Pramono Soroti Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

26 hari lalu

Ngeri! Super El Nino Bisa Renggut 451.000 Nyawa di Seluruh Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal