El Nino Berpotensi Ganggu Pasokan Pangan, BI Waspadai Kenaikan Harga Beras hingga Cabai

Anggie Ariesta
Ilustrasi beras. (Foto: Freepik)

Sementara itu, inflasi volatile food di Kalimantan mencapai 7,62 persen, terutama dipicu oleh komoditas beras.

Untuk mempercepat pemantauan dan distribusi pangan, BI mengembangkan dashboard rantai pasok terintegrasi yang terhubung dengan neraca pangan milik Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Di mana pemerintah dapat memantau daerah mana yang surplus dan defisit untuk setiap komoditasnya, berapa stok yang tersedia, kemudian juga berapa biaya distribusinya hingga jalur distribusi yang paling efisien,” kata dia. 

Ricky menegaskan, BI bersama 46 kantor perwakilan di daerah terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) serta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Kolaborasi tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga pangan di tengah risiko perubahan iklim.

“Bank Indonesia melalui 46 kantor perwakilan di daerah bersama pemerintah daerah dan stakeholder yang tergabung dalam TPID akan terus melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas harga di daerah,” tuturnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
13 hari lalu

BMKG Ungkap El Nino Masih Sangat Kuat, Mayoritas Wilayah Indonesia Minim Hujan

14 hari lalu

El Nino Capai Level Sangat Kuat, BMKG Ungkap Musim Hujan di RI Mundur

16 hari lalu

El Nino Berdampak Kemarau Panjang, Pramono Soroti Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

26 hari lalu

Ngeri! Super El Nino Bisa Renggut 451.000 Nyawa di Seluruh Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal