"Kepatuhan setiap pusat riset di seluruh negara di dunia terhadap kaidah riset ilmiah dan penyampaian hasil risetnya dalam jurnal ilmiah merupakan hal yang tidak bisa diremehkan dan dikesampingkan," ujarnya.
Dicky menginginkan agar obat temuan Unair yang diklaim bisa menyembuhkan virus corona dilakukan uji klinis Badan Kesehatan Dunia (WHO). "WHO memiliki komite pengarah yang tertanda para ahli dunia dalam memantau uji klinis obat Covid," katanya.
Sebelumnya, Unair mengklaim telah menemukan obat untuk penyakit virus corona (Covid-19). Obat baru itu merupakan hasil kombinasi dari tiga jenis obat.
Di luar negeri ada tiga obat yang ampuh dan mujarab untuk diberikan kepada pasien Covid-19. Lalu, tiga jenis obat tersebut digabung atau dijadikan menjadi satu obat oleh Unair.
Efektivitas obat yang ditemukan Unair diklaim lebih dari 90%. Selain itu, dosis yang dihasilkan juga diklaim lebih rendah dibanding apabila obat diberikan secara tunggal.
Pembuatan obat Covid-19 ini sudah dilakukan sejak Maret 2020. Seluruh prosedur yang dipakai telah mengikuti yang disyaratkan BPOM. Saat ini, obat tersebut hanya tinggal menunggu izin edar dari BPOM sebelum diproduksi massal.