Fenomena Lipstick Effect, Rupiah Melemah tapi Mal dan Kafe Tetap Penuh

Mei Sada Sirait
Belakangan ini media sosial ramai membahas fenomena “lipstick effect” di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. (Foto: Ilustrasi/AI)

Dalam situasi penuh tekanan, masyarakat cenderung menahan pembelian besar seperti mobil atau liburan mahal. Sebagai gantinya, mereka tetap membeli hiburan kecil atau kebutuhan yang dianggap masih terjangkau untuk menjaga suasana hati.

Fenomena tersebut dinilai kini mulai terlihat di Indonesia. Masyarakat masih ramai nongkrong di kafe, staycation, membeli skincare hingga gadget meski kondisi ekonomi sedang dibayangi pelemahan rupiah dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Orang nggak beli mobil baru, tapi beli kopi Rp80 ribu. Orang nggak liburan ke Jepang, tapi staycation di hotel bintang tiga,” tulis akun itu.

Dalam unggahan tersebut dijelaskan, ramainya pusat perbelanjaan atau coffee shop belum tentu menjadi indikator ekonomi sedang baik. Sebaliknya, kondisi itu disebut sebagai bentuk pelarian masyarakat dari tekanan hidup dan kondisi ekonomi yang semakin berat.

“Mall rame bukan karena ekonomi baik. Mall rame karena orang butuh pelarian murah dari kenyataan yang mulai berat,” kata unggahan tersebut.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Masih Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Rp17.848 per Dolar AS

57 tahun lalu

Bertemu Prabowo, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga akibat Rupiah Melemah

57 tahun lalu

Istana Bantah Baru Bergerak saat Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS: Kita Rapatnya Intens

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal