Selain itu, sejumlah indikator disebut menunjukkan tekanan ekonomi masih terjadi. Mulai dari melemahnya rupiah, perlambatan konsumsi rumah tangga, hingga meningkatnya PHK di beberapa sektor industri.
Fenomena lipstick effect juga disebut berpotensi menciptakan ilusi bahwa ekonomi tetap stabil. Sebab, aktivitas konsumsi masih terlihat tinggi di permukaan meski sebagian masyarakat mulai mengandalkan utang atau menguras tabungan demi mempertahankan gaya hidup.
“Keramaian di permukaan tidak selalu berarti fondasi yang kuat,” tulis akun tersebut lagi.
Sebab itu, masyarakat diingatkan untuk lebih bijak mengatur keuangan di tengah situasi ekonomi saat ini. Beberapa langkah yang disarankan antara lain mencatat pengeluaran rutin kecil, memperkuat dana darurat, hingga mengurangi utang konsumtif agar kondisi finansial tetap aman.