Fenomena Lipstick Effect, Rupiah Melemah tapi Mal dan Kafe Tetap Penuh

Mei Sada Sirait
Belakangan ini media sosial ramai membahas fenomena “lipstick effect” di tengah melemahnya nilai tukar rupiah dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. (Foto: Ilustrasi/AI)

Selain itu, sejumlah indikator disebut menunjukkan tekanan ekonomi masih terjadi. Mulai dari melemahnya rupiah, perlambatan konsumsi rumah tangga, hingga meningkatnya PHK di beberapa sektor industri.

Fenomena lipstick effect juga disebut berpotensi menciptakan ilusi bahwa ekonomi tetap stabil. Sebab, aktivitas konsumsi masih terlihat tinggi di permukaan meski sebagian masyarakat mulai mengandalkan utang atau menguras tabungan demi mempertahankan gaya hidup.

“Keramaian di permukaan tidak selalu berarti fondasi yang kuat,” tulis akun tersebut lagi.

Sebab itu, masyarakat diingatkan untuk lebih bijak mengatur keuangan di tengah situasi ekonomi saat ini. Beberapa langkah yang disarankan antara lain mencatat pengeluaran rutin kecil, memperkuat dana darurat, hingga mengurangi utang konsumtif agar kondisi finansial tetap aman.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Masih Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.804 per Dolar AS

57 tahun lalu

Lesu, Rupiah Pagi Ini Dibuka Melemah ke Rp17.848 per Dolar AS

57 tahun lalu

Bertemu Prabowo, Chatib Basri Ingatkan Risiko Kenaikan Harga akibat Rupiah Melemah

57 tahun lalu

Istana Bantah Baru Bergerak saat Rupiah Anjlok Rp18.000 per Dolar AS: Kita Rapatnya Intens

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal