Sebelumnya, Analis Kebijakan Publik Said Didu menyebut bahwa salah satu efisensi yang bisa dilakukan Indonesia di tengah ancaman krisis akibat perang adalah dengan menghapus anggaran penggunaan event organizer (EO) di seluruh lingkungan instansi pemerintah.
Hal ini disampaikan Said saat menghadiri program Rakyat Bersuara bertajuk 'Perang Iran dan Ancaman Krisis, Benarkah?' yang disiarkan oleh iNews TV, Selasa (31/3/2026).
"Menurut saya pak Presiden, EO acara pemerintah cabut semua. Hampir kegiatan pemerintah halal bi halal pun pakai EO semua kegiatan pemerintah pakai EO," ujar Said.
Bahkan, kata Said, jika ditotal keseluruhan, anggaran untuk EO saja di seluruh instansi bisa mencapai Rp50 triliun dalam satu tahun.
"Itu besar. Menurut saya mungkin kalau di total seluruh daerah di atas 30 Triliun. Acara pemerintah. Setahun, iya bisa 50 T," ujarnya.
Tak hanya itu, Said menegaskan, EO adalah lokasi yang paling aman untuk melakukan praktik korupsi. Namun, dia tak merinci bagaimana bisa dikatakan seperti itu.
"Dan tempat korupsi paling aman adalah EO. Karena itu harus dicabut. Lembaga anggaran besar itu EO yang atur semua. Peresmian SPBU aja pakai EO, lebih banyak EO-nya yang datang. Udahlah hentikan pakai EO," kata Said.