Di sisi lain, edukasi kepada masyarakat juga dianggap menjadi kunci untuk menekan angka perokok usia muda. Anak-anak dan remaja perlu memahami bahwa vape bukan sekadar tren atau gaya hidup, melainkan produk yang memiliki risiko kesehatan dan mengandung zat adiktif.
BPOM menegaskan akan terus memperkuat pengawasan terhadap produk tembakau dan rokok elektronik yang beredar di Indonesia. Pengawasan dilakukan mulai dari kadar nikotin, penggunaan bahan tambahan yang dilarang, hingga kepatuhan terhadap aturan peringatan kesehatan pada kemasan produk.
Melalui pengawasan yang lebih ketat dan edukasi yang berkelanjutan, BPOM berharap angka perokok aktif di kalangan anak dan remaja dapat ditekan sehingga generasi muda Indonesia terhindar dari risiko ketergantungan nikotin dan berbagai masalah kesehatan di masa depan.