“Kita tidak boleh hanya mewaspadai sesar yang sering menghasilkan gempa kecil. Sesar yang selama ini tampak tenang juga perlu mendapat perhatian melalui pemetaan sesar aktif, pemantauan deformasi kerak bumi menggunakan GNSS, serta penelitian paleoseismologi,” kata Daryono.
Dia menambahkan, sesar yang relatif tenang belum tentu aman. Tidak adanya gempa kecil bukan jaminan bahwa gempa besar tidak akan terjadi.
Dalam upaya mitigasi, potensi magnitudo gempa perlu diperhitungkan bersama tingkat guncangan yang mungkin ditimbulkan serta kerentanan bangunan dan masyarakat di sekitar sesar aktif.
“Gempa besar tidak selalu didahului oleh gempa-gempa kecil yang dapat dikenali sebagai peringatan. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum gempa terjadi, bukan setelah bumi mulai berguncang,” pungkasnya.