Kak Seto mengatakan, anak yang telah mengalami sakit dan penderitaan semestinya mendapatkan dukungan. Menurut dia, menjadikan kondisi anak sebagai bahan olok-olokan dapat berdampak terhadap kepercayaan diri dan kondisi psikologis mereka.
“Dalam konteks perlindungan anak, anak juga jangan disudutkan, apalagi sudah menjadi korban, menderita, sakit, segala macam ini, terus jadi bahan-bahan olok-olokan itu sungguh suatu tindakan pelanggaran hak anak,” ujar Kak Seto.
Dia menilai kondisi tersebut dapat membuat anak semakin tertekan, terlebih jika olok-olokan diterima ketika mereka masih dalam proses pemulihan.
“Iya, semakin tidak percaya diri nanti, jadi artinya dia sudah sakit, menderita, kemudian dijadikan bahan olok-olok, segala macam, ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga,” lanjut Kak Seto.
Karena itu, Kak Seto mengimbau masyarakat maupun pihak yang berada di sekitar anak untuk menjaga ucapan. Dia meminta kondisi anak tidak dijadikan bahan candaan karena dapat masuk dalam bentuk kekerasan terhadap anak.