Dia menegaskan pemerintah tidak menginginkan bencana terjadi ataupun berlangsung berlarut-larut. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk mempercepat penanganan karhutla.
"Bukan juga kemudian tidak ngapa-ngapain sebagaimana yang ditulis di spanduk," katanya.
Prasetyo menjelaskan, pemerintah telah mengerahkan pasukan darat, armada udara, serta relawan untuk memadamkan kebakaran. Penanganan juga dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik lahan gambut yang berbeda dengan tanah mineral.
"Pasukan darat termasuk relawan berjibaku tak mengenal waktu. Peralatan udara senua dikerahkan meskipun karakteristik gambut berbeda dengan tanah mineral," tuturnya.
Selain pemadaman, pemerintah juga menjalankan penegakan hukum terhadap pihak yang terlibat dalam karhutla. Prasetyo menyebut sanksi berat dapat diberikan, termasuk pencabutan izin korporasi yang terbukti terlibat.