JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi II DPR Ahmad Irawan mengingatkan seluruh pejabat publik agar selalu menunjukkan empati dan sensitivitas saat berkomunikasi mengenai penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Peringatan ini disampaikan Irawan sekaligus merespons viralnya perkataan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, yang menuai sorotan luas di media sosial.
Agustiar Sabran sebelumnya memplesetkan peribahasa 'bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi' saat bicara penanganan karhutla.
"Memang adanya karhutla memberikan dampak negatif ke masyarakat, ke perekonomian, dan sebagainya. Harusnya komunikasi pejabat publik memiliki empati. Bisa memahami dan merasakan emosi dan perasaan orang lain, apalagi bagi yang terdampak langsung dengan karhutla," ujar Irawan, dikutip Jumat (16/10/2026).
Irawan menilai, bencana karhutla telah memberikan dampak negatif yang sangat parah bagi kehidupan sosial, kesehatan, serta perekonomian masyarakat lokal. Oleh karena itu, dia menilai, setiap pernyataan yang keluar dari pejabat publik, harus mempertimbangkan kondisi psikologis warga yang sedang berjuang menghadapi kepungan asap.
Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menegaskan, alih-alih melontarkan candaan yang tidak sensitif, seorang pimpinan daerah sepatutnya hadir untuk memberikan ketenangan serta membangun optimisme masyarakat.