Pada kondisi inilah aktivitas gunung api dapat kembali menuju keadaan stabil.
Namun, untuk mengetahui apakah proses tersebut sudah terjadi, para ahli tidak sekadar melihat apakah letusan sedang terjadi atau tidak. Mereka memantau sejumlah indikator vulkanik secara terus-menerus.
Salah satu indikator yang diamati adalah aktivitas gempa. Jika gempa dalam di bawah gunung mulai menghilang atau berkurang secara signifikan, kondisi tersebut dapat menjadi salah satu petunjuk bahwa pasokan magma mulai melemah.
Selain itu, ahli juga memantau aktivitas gas vulkanik. Penurunan drastis bau gas yang menyengat dapat menjadi salah satu tanda yang diperhatikan dalam membaca perubahan aktivitas gunung.
Indikator lainnya adalah perubahan bentuk tubuh gunung atau deformasi. Salah satunya berupa deflasi, yakni kondisi ketika tubuh gunung mengalami penyusutan setelah sebelumnya mengalami penggembungan akibat tekanan dari magma di bawah permukaan.
Ketiga indikator tersebut tidak berdiri sendiri. Para ahli akan melihat pola perubahan berbagai parameter secara berkelanjutan untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.