Daryono mengatakan para ahli vulkanologi belum dapat menentukan secara pasti kapan sebuah erupsi akan berakhir hingga hitungan jam, tanggal, atau bulan.
Salah satu penyebabnya adalah proses yang memicu erupsi berlangsung jauh di bawah permukaan bumi dan melibatkan sistem alam yang sangat kompleks.
Teknologi pemantauan yang ada saat ini dapat merekam berbagai perubahan aktivitas gunung api, tetapi belum dapat mengukur secara persis berapa banyak magma yang masih tersisa di dalam bumi.
Karena itu, tugas para ahli bukan menebak tanggal berakhirnya erupsi, melainkan membaca pola dari data pemantauan.
"Yang bisa dilakukan oleh para ahli vulkanologi bukanlah menebak tanggal, melainkan membaca pola," kata Daryono.
Dengan memantau perubahan gempa, deformasi permukaan, deflasi, serta aktivitas gas secara terus-menerus, ahli dapat menilai apakah aktivitas gunung mulai melemah dan bergerak menuju akhir fase erupsi.