Hajatan Rakyat Solo, Butet Tirukan Soeharto: Pewaris Sikap Saya Nggak Punya Rasa Malu

Carlos Roy Fajarta
Budayawan Butet Kartaredjasa saat berorasi dan membaca puisi dalam kampanye akbar Hajatan Rakyat Ganjar-Mahfud di Solo, Sabtu (10/2/2024). (Foto istimewa).

SOLO, iNews.id - Budayawan Butet Kartaredjasa, menirukan Presiden ke-2 RI Soeharto saat berorasi dalam kampanye akbar Hajatan Rakyat Ganjar-Mahfud di Solo, Sabtu (10/2/2024). Butet menyinggung pewaris Soeharto yang tidak memiliki rasa malu.

Awalnya Butet mengatakan akan membacakan salah satu puisi karya Widji Thukul berjudul ‘Sajak Suara.’ Puisi aktivis yang hilang tahun 1998 ini masih relevan dengan situasi zaman.

“Puisi Widji Thukul sampai saat ini masih cocok, masih relevan dengan situasi zaman. Itu apa artinya, zaman belum berganti,” ujar Butet dalam acara di Solo, Sabtu (10/2/2024).

Puisi Widji Thukul ‘Sajak Suara’ dibuat pada 1988, lanjut Butet, saat ini ganasnya zaman orde baru dipimpin Soeharto.

“Puisi ini dibikin waktu zaman saya masih berkuasa. Untunglah sekarang kita sudah mengetahui bahwa sudah ada yang mewarisi daripada gaya kepemimpinan saya," katanya menirukan Soeharto.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
1 jam lalu

Kubu Dokter Tifa Nantikan Kehadiran Jokowi di Sidang: Kami Tak Sabar Lihat Ijazah Bapak

9 jam lalu

Sidang Dokter Tifa, Andi Azwan Dicecar soal Sumber Pendanaan Organisasi

7 hari lalu

Jokowi bakal Hadir di Sidang Dokter Tifa, Ingin Jelaskan Nama Baik dan Harga Dirinya Terkoyak

7 hari lalu

Istana Bantah Ada Pembersihan Orang-Orang Jokowi dari Pemerintahan Prabowo Lewat Reshuffle

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal