JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah dunia mengalami penurunan tajam hingga kembali ke bawah 100 dolar AS per barel. Pelemahan terjadi setelah hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) memperbesar tekanan politik terhadap Presiden Donald Trump untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Minyak mentah jenis Brent, yang menjadi acuan internasional, sempat merosot 9,2 persen menjadi 94,11 dolar AS per barel. Level tersebut menjadi yang terendah sejak awal Oktober sekaligus menandai penurunan di bawah batas psikologis 100 dolar AS per barel.
Penurunan harga minyak turut menyeret saham sejumlah perusahaan energi besar. Saham ExxonMobil melemah 4,8 persen, sedangkan ConocoPhillips anjlok 5,9 persen.
Sebelumnya, saham perusahaan minyak tersebut menguat selama sebagian besar tahun ini setelah AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran. Konflik tersebut memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar global.
Harga Brent sendiri bergerak dalam rentang sekitar 70-120 dolar AS per barel sejak menjelang pecahnya perang Iran.