Di hari yang sama, seorang warga negara Swiss, Henry Dunant, berada di kota tersebut untuk menemui Kaisar Prancis, Napoleon III. Saat itu, puluhan ribu tentara terluka dan tewas dalam peperangan.
Di sisi lain, Dunant juga menyaksikan bahwa petugas medis militer tidak mampu menangani seluruh tentara yang terluka. Ia pun langsung mengerahkan pertolongan dengan dibantu penduduk setempat.
Sekembalinya ke Swiss, Dunant membuat buku untuk menceritakan apa yang terjadi dan yang dia alami di Kota Solferino. Buku berjudul “Kenangan dari Solferino” itu menggemparkan seluruh Eropa.
Dalam bukunya, Henry menyampaikan dua gagasan, yakni pembentukan organisasi kemanusiaan internasional yang dapat dipersiapkan untuk didirikan pada masa damai untuk menolong para prajurit yang cedera di medan perang. Gagasan kedua, mengadakan perjanjian internasional untuk melindungi prajurit yang cedera di medan perang serta perlindungan sukarelawan dan organisasi tersebut saat memberikan pertolongan di waktu perang.
Setelah mendapatkan respons positif dari Gustave Moynier selaku Presiden Perhimpunan Jenewa untuk Kesejahteraan Umum, Dunant membentuk komite bersama empat orang lainnya untuk mengembangkan gagasan tersebut. Empat orang tersebut, selain Gustave Moynier, adalah Guillaume-Henri Dufour, Louis Appia, dan Theodore Maunoir.