Hercules semula tidak mengetahui sumber uang yang diterimanya dan memahami pemberian tersebut sebagai bentuk pertemanan untuk membantu memediasi persoalan sengketa lahan tersebut.
Namun, dia menuturkan belakangan muncul syarat agar pemblokiran dicabut dan sengketa dianggap telah berakhir. Hercules menilai permintaan ini tidak sesuai dengan pemahamannya sejak awal sehingga memilih mengembalikan uang itu.
"Namun, awalnya saya tidak tahu dari mana asal uang itu. Katanya uang pertemanan untuk membantu mereka. Tetapi dalam perjalanannya, ternyata ada 'embel-embel' agar dilakukan pencabutan pemblokiran dan menganggap masalah tersebut sudah damai serta selesai. Mana mungkin? Kalau begitu, lebih baik uangnya saya kembalikan saja," tutur dia.
Karena pemberian uang tersebut telanjur dikaitkan dengan penyelesaian sengketa, Hercules memanggil tim hukum GRIB untuk menyerahkan uang itu agar dikembalikan kepada KPK.
"Namun, kemudian muncul fakta baru bahwa ada penangkapan terhadap oknum BPN sendiri serta petinggi di Kementerian ATR/BPN. Karena isu uang ini sudah tersebar ke mana-mana seolah-olah sudah terjadi perdamaian, saya memanggil tim hukum GRIB. Saya serahkan uang tersebut untuk dikembalikan kepada KPK," ucapnya.