Ketua Unit Kerja Koordinasi Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI dr Fitri Hartanto menekankan bahwa pembatasan akses digital harus diiringi dengan peran aktif orang tua.
"Anak membutuhkan kehadiran orang tua, bukan sekadar distraksi dari layar. Interaksi langsung sangat penting untuk membangun kemampuan berpikir dan emosi anak," jelasnya.
IDAI pun mendorong orang tua untuk mengganti penggunaan gawai dengan aktivitas yang lebih bermanfaat, seperti bermain bersama, membaca buku, atau mengajak anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Dengan jumlah anak usia dini yang besar di Indonesia, IDAI menilai kesadaran orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah dampak negatif teknologi sejak dini.
"Ini bukan soal melarang teknologi, tetapi memastikan anak tumbuh dengan optimal sesuai tahap perkembangannya," kata dr Piprim.
Melalui imbauan ini, IDAI berharap orang tua lebih bijak dalam memberikan akses gawai kepada anak. Sebab, di usia emas tersebut, setiap stimulasi yang diberikan akan sangat menentukan kualitas perkembangan otak dan masa depan anak.